Perihal Knalpot, Mahasiswa di Jogja Dibakar oleh 3 Temannya!

Turkeykarpet.com - Seorang mahasiswa di Jogja dibakar tiga temannya. Korban bernama Dimas Toti Putra (21) warga Mergangsan, Kota Jogja, kini harus mendapatkan perawatan intensif di RSUP Dr Sardjito.

Kisah Dimas ini sempat viral di media sosial setelah diunggah akun Twitter @bilal1878 yang kemudian menjadi topik pembahasan di Twitter.



"hallo temen2 twitter, ada berita sedih dari jogja. Dimas, mahasiswa UTY dibakar hidup-hidup sama 3 orang temannya dan ditinggal kabur, kronologi akan saya share di thread ini, minta tolong dishare ya @Upil_Jaran2 @Muthia911 @JogjaUpdate @merapi_uncover @BuruhYogyakarta https://t.co/HXKX6eFGT0", tulisnya seperti dikutip detikJateng, Jumat (22/4/2022).



Ibu korban, Haniyati, menjelaskan kejadian ini terjadi di rumahnya pada 23 Maret 2022 malam. Saat itu rumahnya dalam keadaan kosong karena kedua orang tua korban berdagang di Jalan Tamansiswa, Jogja.


"Kejadian di atas (lantai 2), di kamar," kata Haniyati saat ditemui wartawan di rumahnya, Jumat (22/4/2022).


Haniyati menceritakan kronologi peristiwa memilukan itu. Dimas saat itu, bertemu dengan seorang temannya bernama Febriansyah pada sekitar pukul 22.00 WIB.



"Setelah itu datanglah tiga teman Dimas yang Febriansyah tidak kenal. Tahu-tahu, si Febriansyah ngasih tahu kalau Dimas dibakar kancane (temannya). Itu Febriansyah mencegat pas saya pulang," katanya.


Namun Febriansyah mengaku tak mengenali tiga orang tersebut. Sehingga saat kejadian Febriansyah memilih untuk keluar rumah.


"Dibakarnya dengan disiram bensin kemudian dikorek api," katanya.


Saat kejadian, lanjut Haniyati, Dimas sempat mengejar ketiga pelaku. Tapi, dengan luka bakar yang ia alami, ketiga pelaku tak terkejar.


"Setelah kejadian, langsung dibawa bapaknya, ke RSUD Pratama Yogyakarta. Di malam itu juga Dimas langsung dirujuk ke RSUP Dr Sardjito. Luka bakar 80 persen. Tubuh, leher, tangan dua. Kemarin juga sempat operasi," katanya.


Karena luka bakar yang mencapai 80 persen itu, lanjut Haniyati, biaya pengobatannya menjadi mahal.


"Sudah ikut Yayasan Kita Bisa. Paling nggak biaya Rp 230-an juta kayaknya," katanya.


Dihubungi terpisah, Kapolsek Mergangsan Kompol Rachmadiwanto membenarkan peristiwa tersebut. Kasus itu juga telah dilaporkan ke polisi.


"Benar sudah laporan," kata Rachmadiwanto.


Ia menjelaskan dari keterangan saksi, korban disiram bensin oleh satu dari tiga pelaku. Tapi, bagaimana membakarnya, polisi belum menemukan petunjuk.


"Iya siram bensin. Korban belum bisa dimintai keterangan tapi kalau info dari temannya yang itu posisi di luar dia tahu nyiramnya tapi apinya (bagaimana) nggak ngerti," jelasnya.


Rachmadiwanto mengatakan pelaku pembakaran adalah teman korban. Mereka datang untuk membeli knalpot milik korban. Tapi karena knalpot itu ternyata sudah dijual ke pembeli yang menawar lebih tinggi. Pelaku akhirnya marah.


"Masih dalam pengejaran anggota saya (pelakunya)," pungkasnya.


Dapatkan info menarik lainnya di www.turkeykarpet.com | www.hjkarpet.com

37 tampilan0 komentar

Postingan Terakhir

Lihat Semua